Menghayati kisah sakral Keluarga Ibrahim


Ada sebuah tulisan yang kami temukan di WA Group WISE, yang penting kami share di sini.

🌿🌹🌿🌹
* Khusus untuk anda yang masih merasa Muslim. Mungkin membaca postingan ini sampai selesai kemudian membagikannya, akan sangat bermanfaat. 

* Sebagaimana kita tahu, sekitar beberapa tahun terakhir, menjelang dan saat Idul Adha banyak sekali bertebaran meme-meme lucu tentang Idul Adha. Objeknya kalau tidak kambing ya sapi.

* Anda pasti pernah melihat meme semacam itu. Atau bahkan anda ikut membuat atau menyebarkan?

* Meme-meme tersebut membuat kita tertawa, merasa terhibur, sehingga idul adha terasa sangat membahagiakan. 

* Dua tahun lalu, saya juga melakukannya. Ikut membuat meme kambing dan menyebarkannya di facebook dan dp blackberry. Dan teman-teman saya ikut tertawa. Saat itu saya merasa meme saya berhasil! 

* Kemudian saya bertemu dengan kenyataan lain yang membuat saya merasa amat bersalah. Bersalah sebagai seorang manusia, sekaligus merasa amat berdosa sebagai seorang yang mengaku beragama Islam. 

* Begini ceritanya…. 

* Saya mengikuti pengajian. Dan penceramahnya menjelaskan…. 

* Idul Adha adalah tentang Nabi Ibrahim. Seorang nabi yang selama bertahun-tahun tidak diberi keturunan. 

* Silahkan bertanya kepada pasangan suami istri yang tak kunjung punya momongan. Bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya. Saya yakin, rasa sakitnya tak terperikan. 

* Lantas, saat akhirnya diberi keturunan, tiba-tiba Allah meminta sang anak untuk disembelih. 

* Bapak… ibu…, apa yang anda rasakan jika anda diminta menyembelih anak kesayangan anda? Apakah akan anda lakukan, atau anda akan menentangnya? 

* Jujur sajalah. Jangankan menyembelih anak. Jangankan menyerahkan anak kesayangan kepada Allah. Kita ini disuruh zakat saja berat. Disuruh sedekah saja kebanyakan alasan. Disuruh meninggalkan riba yang jelas-jelas diperangi allah saja bisa melawan. 

* Kita bahkan berani kok bilang kalau enggak KPR mana bisa punya rumah. Kalau enggak leasing mana bisa beli mobil. Seolah-olah bank memiliki kekuasan yang lebih besar dari Tuhan yang menciptakan dan memiliki seluruh alam semesta ini. 

* Dan Ibrahim, secinta apa pun dia kepada anaknya, tapi ketaatannya kepada Allah tak tergantikan. Maka saat Allah memintanya menyembelih Ismail, Ibrahim melakukannya. 

* Apakah peristiwa dan pengorbanan seorang ayah yang rela menyembelih anaknya karena ketaatannya kepada Allah adalah sebuah kisah komedi? 

Dimana letak kelucuan Ibrahim, sehingga perlu anda buatkan meme kocak?  

* Idul Adha, adalah tentang Siti Hajar. Seorang istri yang diajak berjalan jauh di hamparan pasir gersang yang panasnya enggak ketulungan. 

* Setelah sampai di satu lembah mereka berhenti. Lalu suaminya berkata, kurang lebihnya begini : 

* Aku tinggalkan engkau di sini wahai istriku. Apa pun yang terjadi janganlah engkau meninggalkan lembah ini. 

* Kemudian suaminya pergi. Tidak meninggalkan apa-apa. Tidak meninggalkan uang, atm, kartu kredit, mobil utangan, apalagi rumah kpr. 

* Siti Hajar bertanya kepada suaminya. “Engkau mau kemana?” Pertanyaan itu dia ulang hingga tiga kali, tapi ia hanya mendapat sepi. Suaminya diam seribu bahasa. 

* Baru saat sang istri bertanya, “Apakah ini perintah dari Allah?” Ibrahim menjawab, “Iya. Sesungguhnya Allah yang memerintahku.”

* Taukah engkau apa jawaban Bunda Hajar?  

* “Baiklah, jika ini perintah dari Allah. Pergilah suamiku. Jangan risaukan kami. Allah pasti akan mencukupi kebutuhan kami. Allah tidak akan menelantarkan hambaNya.”

* Sepeninggal Ibrahim banyak cobaan menimpa Bunda Hajar. Terutama saat Ismail menangis kehausan. 

* Hajar mencari-cari sumber mata air tapi tak ada. Ia berlari-lari mengelilingi lembah dengan napas yang tersengal. 

* Tapi dia tidak menemukan mata air. 

Ia ingin pergi keluar lembah, akan tetapi ibrahim sudah berpesan, “Apa pun yang terjadi jangan pernah meninggalkan lembah ini.”

* Dalam keadaan lelah, namun tetap memegang ketaatan pada perintah suami dan keyakinan bahwa Allah akan memelihara mereka, bunda hajar kembali menemui Ismail yang ia tinggal di gurun.

* Sampai di sana dia terkejut. Di depan ismail menyembur air dari balik pepasir. Air yang selalu memancar deras dan tak pernah kering bahkan setelah berabad-abad kemudian. 

* Mata air inilah yang sampai sekarang kita sebut air Zamzam. 

* Bapak ibu…. Alangkah mulianya ahlak Siti Hajar. Aklaknya sebagai istri, juga akhaknya sebagai hamba Allah. 

* Hajar tidak protes begitu tahu suaminya melakukan sesuatu yang tampaknya keji itu karena ia diperintah Allah. Hajar justru meyakinkan suaminya, bahwa Allah pasti akan melindungi dia dan ismail.

* Meski mereka mau mati karena kehausan, bunda hajar tidak meninggalkan lembah. Sebab dia patuh pada suaminya yang berpesan, “Aapapun yang terjadi jangan meninggalkan lembah.”

* Bandingkan dengan istri-istri jaman sekarang. Atau coba tanya pada diri anda sendiri. Jika anda yang menjadi Hajar, mungkinkah anda tetap di lembah melihat anak anda kehausan?

* Mungkin anda akan keluar dari lembah untuk mencari pertolongan. Atau sekalian ajak ismail untuk pergi dari lembah. Ngapain di situ wong gersang. Bisa item kulit anda tauk 😞

* Tapi Bunda Hajar taat pada suaminya dan taqwa pada Tuhannya. Makanya dia patuh dan percaya.

* Kemudian Allah abadikan ketaatan hajar. Lari berkeliling 7 kali dalam sa’i bagi jamaah haji adalah monumen larinya Siti Hajar saat berlari-lari mencari air minum untuk Ismail. 

* Apakah ada bagian yang membuat anda tertawa dari apa yang dilakukan Siti Hajar dalam kisah tersebut, sehingga kita merasa perlu membuatkan meme lucu?

* Idul Adha adalah kisah tentang Ismail. Seorang anak yang ditinggal pergi bapaknya di tengah gurun selama bertahun-tahun.

* Dan saat bertemu kembali, saat sedang asyik-asyiknya melepas rindu, tiba-tiba sang bapak bertanya, “Apakah aku boleh menyembelihmu?”

* Bapak bapak…. Silahkan tanyakan itu pada anak-anak anda. Niscaya anda akan dianggap gila. Atau bisa jadi malah anda yang disembelih anak anda.

* Tapi apa jawab Ismail?

* Baiklah ayahanda. Kalau memang itu perintah dari Allah, maka lakukanlah. 

* Apakah jawaban Ismail lucu? Tidak sama sekali! 

* Dan hari itu, sepasang suami istri beserta anaknya yang taat pada Allah sedang diuji. Patuhkah mereka kepada Tuhannya? 

* Ternyata mereka patuh. Ibrahim taat, Siti Hajar pasrah, dan Ismail rela. Ketiganya tidak melakukan pembelaan apa pun atas perintah dari Tuhannya.

* Allah kemudian mengabadikan kisah heroik ini dalam Idul Adha. 

* Bapak ibu, Idul Adha adalah sebuah kisah yang sangat sakral. 

* Tentang Ibrahim yang rela menyembelih anaknya demi imannya pada Allah. 

* Tentang hajar yang taat pada perintah suami untuk tidak meningalkan lembah. Tujuh kali ia berlari mengelilingi lembah kemudian Allah jadikan salah satu rukun dalam ibadah haji.

* Tentang Ismail yang rela disembelih ayahnya karena yakin bahwa perintah Allah pasti yang terbaik.  

* Sungguh tidak ada sedikitpun bagian dari kisah pengurbanan keluarga Ibrahim ini yang bersifat lucu. Seluruhnya justru tentang air mata. 

Dan pastaskah kisah heroik semacam itu kita jadikan bahan tertawaan?

* Jadi meme meme lucu tentang pengurbanan keluarga Ibrahim itu kamu tujukan untuk siapa? Dan kamu niatkan untuk apa? 

* Apa kamu kira meme meme lucu itu akan membuat ibrahim dan keluarganya terhibur? 

Bantu Share agar makin banyak umat islam menyadari kekeliruannya!

🌿🌹🌿🌹

Semoga kita semua bisa menghayati indah dan sakralnya Iedul Adha, dan merayakannya dengan melaksanakan Umrah Quantum Cinta bersama Mi’raj Umrah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s